Rabu, 30 November 2011

Andaikan Saya Menjadi Anggota DPD RI- Kepentingan rakyat di daerah yang akan saya utamakan.


Mungkin kita pernah mendengar lembaga yang satu ini, yaitu Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), terkadang banyak orang yang ingin menjadi seperti mereka yang telah duduk di bangku DPD yang mungkin dibenak rakyat kerjaan mereka santai alias makan tidur saja, tapi sebenarnya tugas-tugas mereka banyak dimana sebagai sarana penghubung lembaga daerah ke pusat. Tapi jika 'seandainya saya menjadi Anggota DPD RI' mungkin banyak yang ingin saya wujudkan dalam lingkungan daerah yang saya tanggani. Saya sangat prihatin dengan keadaan daerah-daerah di seluruh pelusuk penjuru Indonesia ini, dimana masih banyak masyarakat daerah masih banyak belum merasakan kemerdekaan kemajuan teknologi dan pelayanan untuk masyarakat, dan 'seandainya saya menjadi Anggota DPD RI' saya akan menekankan kepada instansi pendidikan agar pendidikan di daerah merata dengan adanya pendidikan yang memadai pastinya daerah itu sedikitnya bisa lebih maju tidak terpuruk dengan daerah-daerah yang mungkin telah disentuh oleh kemajuan teknologi ataupun pendidikan, dan saya akan menekankan lagi di sektor kesehatan karena itu sangat penting bagi masyarakat daerah yang mana mereka terkadang kebingungan harus kemana jika dilanda sakit. Dan jika 'seandainya saya menjadi Anggota DPD RI' saya akan lebih mendekatkan diri dan berkomunikasi kepada rakyat di daerah serta berbaur kepada masyarakat di daerah yang membutuhkan tempat aspirasi rakyat. Dengan cara itu mungkin masyarakat daerah dapat menjalin hubungan dengan pemerintahan pusat, sehingga terjadi suatu hubungan yang harmonis dan sejahtera demi Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.@jf
Continue reading →


10 Instansi dengan Layanan Publik dan Jarang Terjadi Suap Menyuap


Mungkin berita kabar dari media sudah pernah kalian baca dimana banyak instansi-instansi pemerintah yang kebanyakan bermasalah dengan korupsi, mungkin inilah negara kita yang telah di tanamkan oleh kolonial Belanda pada masa itu untuk mempermudah suatu proses mau cepat ya pake uang atau pun barang yang berharga, sehingga kebiasaan yang telah ditanamkan tersebut hingga sekarang masih melekat di bangsa ini. Oke kembali lagi ke topik judul kita membahas tentang instansi yang minim akan suap, menurut survei yang telah dilakukan pada 89 instansi pusat/vertikal/ daerah dengan jumlah responden 15.540 orang. Sementara layanan yang ditelusuri berjumlah 507 unit.
Ada beberapa faktor yang jadi indikator penilaian, diantaranya berhubungan dengan praktik suap dan gratifikasi saat pelayanan. Selain itu, ada atau tidaknya calo di sektor pelayanan tersebut juga jadi bahan penilaian.
Berikut 10 besar instansi yang memiliki nilai integritas terbaik:
  1. BKPM (7,80)
  2. Kementerian Kesehatan (7,52)
  3. PT Jamsostek (7,52)
  4. Kementerian Perindustrian (7,51)
  5. PT Pelindo II Cab. Tanjung Priok (7,50)
  6. Kementerian Perhubungan (7,47)
  7. Kementerian Kelautan dan Perikanan (7,46)
  8. Kementerian Pertanian (7,45)
  9. Kementerian Komunikasi dan Informatika (7,43)
  10. Kementerian Pendidikan Nasional (7,41)
dan instansi pelayanan paling buruk yaitu Kemenag, Kemenakertrans & Kementerian UKM. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK  M Jasin saat memaparkan survei integritas publik di Gedung KPK. Kementerian Agama menempati peringkat terendah dengan indeks integritas 5,37 kata Jasin. Di atas kementerian yang dipimpin oleh Suryadharma Ali tersebut, ada Kemenakertrans dengan indeks integritas 5,44 dan Kementerian Koperasi dan UKM dengan nilai 5,52. Ke tiga instansi ini kabarnya tanggal 6 Desember nanti akan dipanggil ke KPK untuk diberikan penjelasan perihal hasil survei dan saran perbaikan ke depan. Sungguh miris jika kita melihat instansi dengan pelayanan buruk tapi mereka ingin meminta kenaikan gaji yang sangat tinggi. Emangnya rakyat bodoh apa tidak bisa melihat bagaimana sistem kerja mereka. Maka itu mari kita memantau terus instansi pemerintahan di negara ini agar lebih baik lagi dimasa mendatang.

Continue reading →


Rabu, 16 November 2011

Kurang Ajar, Sekaya Apakah Mereka? DPR Penimbun Harta Semata



Baru-baru ini saya mendengarkan beberapa info berita yang sangat menyakitkan perasaan saya dan mungkin bangsa ini juga, tapi apa daya tangan tak sampai. Pemberitaan di media televisi dan koran sangat miris ya, dimana rakyat sedang berkesusahan eh mereka malah adu kekayaan di DPR, harusnya malu donk para pemimpin yang katanya kuping rakyat yang selalu mendegarkan keluhan rakyat yang menjerit sampai nangis darah, tapi apa nyatanya mereka tidak menghiraukan, apa perlu rakyat ini harus turun kejalan-jalan untuk menyatakan akan adanya tidak keperhatinan orang-orang yang duduk di DPR untuk mengindahkan permintaan dan harapan rakyat ini.

Gaya hidup mewah yang dianut beberapa anggota Dewan menjadi sorotan di tengah kondisi masyarakat yang serba susah. Hal yang cukup kelihatan di mata masyarakat adalah kepemilikan mobil-mobil mewah berharga miliaran rupiah.
Anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul, misalnya, politikus Partai Demokrat itu memiliki mobil mewah keluaran Inggris merek Bentley GT Sport yang harganya mencapai Rp 7 miliar. Namun, kepemilikan Bentley yang kata Ruhut sama dengan milik pesepak bola Inggris, David Beckham, itu belum dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir disampaikan Ruhut ke KPK pada 22 Juli 2010, hanya tercatat kepemilikan empat kendaran yang nilai totalnya Rp 1,3 miliar.
Kendaraan-kendaraan milik Ruhut itu terdiri dari mobil Mercedes Benz tahun 1996 yang nilainya Rp 85 juta, Toyota Alphard seharga Rp 1 miliar, mobil Toyota Kijang Innova senilai Rp 250 juta, dan motor Honda seharga Rp 15 juta. Total nilai kendaraan yang mencapai Rp 1,3 miliar itu hanya seperlima dari total harta Ruhut.
Berdasarkan LHKPN-nya, advokat itu memiliki total harta lebih dari Rp 6,6 miliar. Ruhut juga memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai total Rp 1,5 miliar, logam mulia Rp 3,7 miliar, surat berharga Rp 50 juta, serta giro setara kas senilai Rp 7,1 juta. Menurut Ruhut, kepemilikan hartanya itu bukan didapat dari hasil korupsi.
"Saya lahir sudah jadi orang kaya," kata Ruhut di DPR beberapa waktu lalu.
Selain Ruhut, anggota Dewan yang tengah menjadi sorotan masyarakat karena kepemilikan mobil mewahnya adalah anggota Komisi III DPR asal Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, dan anggota Komisi III dari Fraksi PDI-P, Herman Hery.
Berdasarkan LHKPN, nilai total kendaraan Bambang mencapai Rp 10,4 miliar. Nilai tersebut merupakan gabungan harga 15 kendaraan yang dimiliki Bambang, termasuk dua mobil mewahnya bermerek Bentley dan Hummer. Selain dua mobil mewah itu, diketahui bahwa pengusaha tersebut memiliki mobil mewah lainnya seperti Land Rover, Mercedes Benz, Alphard, dan motor Harley Davidson. Nilai kendaraan-kendaraan itu dilaporkan Bambang pada 28 Januari 2010.
Bentley Sosok untuh New Continental GT 
Total harta Bambang Soesatyo yang dilaporkan ke KPK mencapai Rp 24,1 miliar dan 20.095 dollar AS.
Sementara Herman Herry melaporkan kepemilikan mobil mewahnya bermerek Alphard dan Range Rover pada 24 Februari 2010. Adapun total harta kekayaan Herman yang dilaporkannya tahun lalu mencapai Rp 23,4 miliar. Harta Herman tersebut meningkat dibandingkan tahun 2003 yang nilainya Rp 12,1 miliar.

Buset coba duit itu di bagikan sedikit untuk keperluan bangsa ini, dijamin bangsa ini tidak mungkin di jengkalkan oleh bangsa lain apalagi negara tetangga kita. 
Continue reading →


Krisis Bisa Hantam Indonesia Tahun 2012

 Wah..wah...serem juga ya jika melihat judul dari info yang satu ini, "Krisis Bisa Hantam Indonesia Tahun 2012", kenapa bisa, ya pastinya bisalah...secara lihat aja pemerintahan kita yang anggap remeh segala aspek yang mendukung majunya suatu kemajuan bangsa ini, kalau bangsa ini tidak sadar dari sekarang siap-siaplah menerima resikonya, begitu banyak orang-orang diluar sana ingin meraup kekayaan kita. Seperti yang diungkapkan media kompas. Seperti yang dilontarkan oleh seorang   Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan, era Presiden Gus Dur, Dr Rizal Ramli.
Indonesia bisa dihantam krisis ekonomi sedahsyat yang pernah dialami negeri ini tahun 1997, akibat krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat.

Jumlah aliran dana asing alias hot money yang beredar di Indonesia lima kali lipat dibandingkan tahun 1997. Pengetatan likuiditas di negara-negara Eropa, sebagai obat krisis utang beberapa negara anggota Uni Eropa, bisa membuat hot money di Indonesia ditarik keluar.

Ekspor yang terus mengalami pelambatan akibat krisis di Eropa dan Amerika Serikat juga bakal menekan nilai tukar rupiah. Pada gilirannya, krisis utang di Eropa bakal berimbas pada perekonomian Indonesia.
  Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan, era Presiden Gus Dur, Dr Rizal Ramli. 

Mantan Menteri Perekonomian, Rizal Ramli, di Jakarta, Selasa (15/11/2011),memprediksi hantaman krisis di Indonesia akibat krisis utang di Eropa bakal sangat terasa pada kuartal pertama tahun 2012.

Rizal mengatakan, penjelasan resmi pemerintah bahwa Indonesia tidak bakal terimbas krisis harus disikapi hati-hati. Persoalannya, krisis tahun 1997 juga akibat pemerintah melenakan berbagai sinyal krisis.

"Penjelasan resmi pemerintah, Indonesia enggak bakal kena krisis; ekonomi dan fundamental ekonomi Indonesia kuat sekali," katanya. "Pernyataan-pernyataan begini sama seperti yang diungkapkan pada tahun 1997-1998 bahwa ekonomi Indonesia fundamentalnya kuat, cadangan devisa besar. Menurut saya, kita harus hati-hati karena cadangan devisa yang besar itu tidak seluruhnya milik pemerintah."

Rizal menyebutkan, dari cadangan devisa Indonesia 110 miliar dollar AS, punya pemerintah paling banyak hanya seperempatnya. Sisanya dimiliki oleh swasta.

"Kita kan menganut sistem devisa yang superbebas. Kalau ada apa-apa, swasta ini pasti telepon banknya supaya uangnya dikirim ke luar negeri. Nah sekarang itu, jumlah uang panas atau hot money lima kali lipat dari tahun 1998," ujar Rizal.

Celakanya, menurut Rizal, pemerintah tidak mampu melakukan reformasi birokrasi sehingga tidak ada perubahan dalam kultur birokrasi.

"Birokrasi masih merupakan penghambat. Yang namanya hot money tidak berhasil berubah jadi cold money, uang dingin. Idealnya, uang panas itu diubah jadi uang dingin masuk ke investasi sektor riil," katanya.

Rizal menunjukkan, sinyal krisis sebetulnya sudah mulai terasa. "Pelan-pelan ekspor Indonesia sudah mulai melambat, dan itu juga terjadi di negara lain. China saja yang hebat sudah mulai slow down karena dua raksasa ekonomi, Eropa dan Amerika, mengalami pelambatan," ujarnya.

Dampak krisis utang di Eropa, menurut Rizal, bisa terlihat dari dua hal. Dampaknya melalui dua mekanisme. "Satu, mekanisme ekspor. Ekspor Indonesia mulai melambat 2012. Sayangnya impor kita naiknya tinggi terus. Akibatnya, surplus di neraca pembayaran dan transaksinya berjalan makin lama makin kecil. Itu akan memberi tekanan terhadap mata uang rupiah," ungkap Rizal.

Kedua, menurutnya, melalui mekanisme finansial. "Karena krisis, Eropa sedang mengetatkan likuiditas dan sektor moneternya. Dengan begitu, mereka mau tidak mau menarik investasi di portofolio mereka di Indonesia," ucapnya.

Nah sekarang apa tindakan kita dari pembahasan yang sedang terjadi di negara kita mana "Teriakan
Suaramu" untuk bangsa ini, mari getarkan dan didihkan semangat rakyat bangsa Indonesia ini yang selama ini hanya dibekukan oleh permainan politik para pemerintahan yang tidak becus untuk mengurus bangsa yang megah ini dan kuat ini. Jangan mau bangsa kita dianggap remeh di segala bidang. Karena jika kita bersatu dan yakin bisa maka kemakmuran bisa kita genggam bersama-sama.
Continue reading →


Selasa, 15 November 2011

Presiden Sebaiknya Berdialog dengan Pemimpin Agama di Papua

Ketika saya sedang melihat sebuah berita di dunia maya seperti yang saya baca di kompas.com dimana tertulis judul "Presiden Sebaiknya Berdialog dengan Pemimpin Agama di Papua" dari sekian cerita yang kita dengar dimana sering banyak terjadi hal-hal yang membingungkan masyarakat, seakan-akan masyarakat di bodohkan oleh permainan politik, yang tidak ada menjadi tidak ada, sungguh sangat miris kita melihat atas kejadian-kejadian di papua, pantas saja rakyat papua menuntut keadilan dan ingin merdeka. Kita tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menentramkan rakyat papua. Mungkin seperti yang ditulis redaksi kompas sebagai berikut:


Papua Barat dan Papua.
JAKARTA,  Situasi di Papua sudah sangat mendesak untuk diselesaikan secara komprehensif dan menyeluruh. Itu sebabnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mau berdialog dengan pemimpin agama di Papua.
Para pemimpin agama di Papua sebenarnya sudah lama menyuarakan aspirasi masyarakat Papua untuk merdeka, tetapi amat disayangkan tidak mendapat respon yang serius dari pemerintah.
-- Musni Umar

Presiden bisa mengundang para pemimpin Agama di Papua untuk berdialog dan mendengarkan pandangan mereka. Apalagi, jika saat ini para pemimpin agama itu dianggap paling representatif mewakili masyarakat Papua.
"Mereka dipercaya, berakar dan bertahta di hati masyarakat Papua, karena paling kurang setiap minggu, mereka bertemu dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada para jemaat ketika beribadat. Selain itu, aspirasi pemerintah dan mayoritas masyarakat Indonesia yang menghendaki Papua tetap dalam NKRI bisa disampaikan kepada mereka untuk diteruskan ke masyarakat Papua," ujar Sosiolog Musni Umar di Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Para pemimpin agama di Papua, menurut Musni, sebenarnya sudah lama menyuarakan aspirasi masyarakat Papua untuk merdeka, tetapi amat disayangkan tidak mendapat respon yang serius dari pemerintah.
"Di awal reformasi, pada waktu saya menjadi anggota DPR RI, seorang pendeta dari Papua pernah menemui saya di DPR dan menyampaikan aspirasi masyarakat Papua untuk merdeka. Tidak lama kemudian, para tokoh masyarakat Papua menemui Presiden BJ Habibie di istana negara dan menyampaikan aspirasi untuk merdeka dari NKRI. Seharusnya mereka yang bersuara seperti itu didekati, tetapi amat disayangkan aspirasi mereka dibiarkan berakumulasi tanpa dikanalisasi," ujarnya.
Sekarang Papua sudah sangat mengkhawatirkan, maka sebaiknya Presiden SBY mengundang para pempimpin agama di Papua dalam rangka Natal. PGI dan MAWI sebaiknya diajak dan bisa bertindak sebagai mediator.
"Pemecahan masalah Papua tidak boleh ditunda, karena jauh lebih kompleks dan rumit ketimbang Aceh. Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak sekuat Gerakan Aceh Merdeka (GAM), tetapi para pemimpin agama di Papua diduga memberi dukungan moral," ujarnya.
Di samping itu, menurut Musni, masyarakat Papua kelihatan semakin besar keinginan untuk merdeka.
Oleh karena itu, jika terus tidak ada penyelesaian, maka Barat terutama Amerika Serikat dengan alasan untuk melindungi masyarakat Papua, bisa menyokong kemerdekaan Papua untuk mengamankan kepentingan ekonominya di Papua yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa.
Hal seperti ini pernah terjadi di Sudan Selatan, yang didukung untuk merdeka menjadi sebuah negara baru.
Dikutip: Sumber

Nah ...harusnya jika sudah terjadi seperti ini pak presiden harus turun tangan dong, jangan mau terima beresnya hanya menyuruh para bawahannya, tahu tidak bapak digaji untuk apa. Digaji itu bukan untuk menimbun kekayaan semata, tapi perhatikan dan berikan apa keinginan rakyat untuk mensejahterakan bangsa dan negara ini. Salam dari "Teriakan Suaramu"
Continue reading →


Bencana Alam Indonesia


Salah satu artikel yang paling banyak diakses dalam blog 'Teriakan Suaramu' adalah berjudul 'Bencana Alam di Indonesia'. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami mohon maaf kepada pembaca karena isinya jauh dari pada apa yang diharapkan. Melalui 'puisi' itu kami hanya ingin mengingatkan kepada bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Negara Kesatuan Republik Indonesia itu berdiri atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Jadi negara Republik Indonesia berdiri diatas kesucian. Negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun apa yang terjadi dalam perjalanan sejarahnya ? Terjadi pergolakan bersenjata, upaya pemisahan diri dari NKRI, disintegrasi, konflik suku, banyak yang bertengkar, bermusuhan, tidak rukun, saling mencaci maki, bertikai saling membunuh, KKN, dan sebagainya. Melihat semua ini 'ibu pertiwi Indonesia menangis'. Bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor menimpa rakyat Indonesia dengan korban jiwa yang tidak sedikit. Kapan bangsa Indonesia dapat hidup rukun, damai, toleransi, dan tidak ada lagi KKN ? Kita jangan sampai lupa dan jangan sampai lengah bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu kemerdekaan bangsa Indonesia harus diisi hal-hal yang positif, bermanfaat, bernilai dan berarti bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Bila kemerdekaan bangsa Indonesia diisi dengan hal-hal yang negatif, merusak, khianat, merongrong NKRI maka tunggulah balak, adzab dan bencana yang akan menimpa.
Continue reading →


Indikasi Kehancuran Negara Indonesia

Wahai para Pemimpin bangsa dengarkanlah keluhan dari rakyat yang memilihmu ini, kami memilihmu bukan semata karena kami ingin sesuatu hal untuk kemajuan organisasi ataupun kelompok semata tapi yang kami pinta perhatian dan kesejahteraan dari Sabang dan Marauke itu yang kami inginkan.
Indikasi Kehancuran Indonesia'. Apa yang dapat menyebabkan kehancuran Indonesia negeri yang kita cintai ini ? Kesimpulannya adalah jika rasa kebangsaan itu mati, bangsa dan negara Indonesia akan hancur.Sudah lapukkah rasa kebangsaan dalam hati sanubari rakyat Indonesia ? Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang sangat unik di dunia ini yang masih tetap berdiri dan utuh sampai dengan saat ini. Indonesia terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, berbagai ragam budaya, agama, dan kekayaan alam yang melimpah namun tetap kokoh berdiri tidak hancur berkeping-keping. Mereka bersatu dalam naungan negara Republik Indonesia.
Kita harus selalu ingat bahwa bangsa Indonesia merdeka itu atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Pada tanggal 28 Oktober 1928 telah dikumandangkan Sumpah Pemuda dan ratusan tahun sebelumnya Mahapatih Gajah Mada mengumandangkan Sumpah Palapa.

Dalam perjalanan sejarahnya sampai dengan saat ini bangsa dan negara Republik Indonesia mengalami berbagai macam keadaan, goncangan, cobaan, peristiwa dan musibah seperti pemberontakan, disintegrasi, 'perang' suku, terorisme, KKN, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, konflik politik, konflik agama, kemiskinan, pengangguran, warganya banyak yang tidak rukun, saling berkelahi, mencaci maki, berusaha menjatuhkan pihak yang tidak disukainya dan sebagainya.


Karena itu harus terus ditumbuhkan rasa cinta tanah air Indonesia dalam hati kita masing-masing utamanya kepada anak-anak dan generasi muda penerus cita-cita bangsa Indonesia. Jangan biarkan negara Indonesia terpecah belah berkeping-keping dan hancur. Kehancuran Indonesia harus dicegah. Indonesia Bisa!
Continue reading →


Ayo Berteriak Sekarang, Karena Indonesia sedang di Ambang Kehancuran Moral dan Ekonomi

 Benarkah negara Indonesia tercinta kita ini diambang kehancuran, dimana keadilan yang bisa kita dapatkan jika kita sendiri tidak diperdulikan oleh para pemerintah. Mungkin hanya kesabaran dan terus bersabar untuk menerima kenyataan selagi kehidupan kita masih bisa kita untuk mencarai sesuap nasi setiap harinya. Dari tulisan ini mungkin kita dapat bangkit dan membangun lagi negara Indonesia yang kita cintai ini. 

Ini sedikit Teriakan dari anak bangsa yang sudah jenuh dengan problem yang terjadi di negara ini, mari kita dengarkan "TeriakanSuara"nya;

Hari ini, Jumat (30/4), harian Media Indonesia menulis kalimat seperti ini pada lead berita berjudul “Saatnya Gunakan Hak Menyatakan Pendapat”; “Publik sudah tidak bisa berharap terhadap proses hukum untuk menindaklanjuti hasil Panitia Angket DPR dalam kasus Bank Century. Karena itu, penggunaan hak menyatakan pendapat niscaya diperlukan”.
Dahulu kala, sebelum tertuang secara tertulis dalam Deklarasi Kemerdekaan tahun 1945, seluruh bangsa-bangsa yang menghuni di setiap sudut kepulauan Nusantara telah tunduk pada hukum yang dijaga dan direpresentasikan oleh kedaulatan mutlak para raja dan ketua-ketua adatnya, sehingga segala bentuk perubahan sosial budaya yang berpotensi memicu ketegangan di masyarakat , dielaborasi para “pengawal adat” dan selalu berujung pada keputusan ‘Baginda Raja’ yang mutlak , tak terbantahkan, dan harus dilaksanakan.
Pasca kemerdekaan , terjadi perubahan mendasar terhadap kekuasaan hukum, sehingga hukum yang semula berada di tangan para raja, diatur dalam UUD 1945, dan kewenangan penanganannya diberikan kepada instansi-instansi yang kinerjanya didasarkan pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Semangat peralihan ini jelas, memberi perlindungan maksimal kepada masyarakat guna menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan gejolak dan ketidakadilan. Karena itulah kemudian muncul jargon “Hukum adalah panglima”.
Apa yang ditulis harian Media Indonesia itu menunjukkan, kepercayaan masyarakat terhadap instansi-instansi yang berwenang menangani hukum, telah mencapai titik nadir. Bahkan mungkin telah sirna, sehingga untuk menyelesaikan sebuah persoalan hukum perlu ditempuh jalur lain, yakni politik. Hilangnya kepercayaan itu diakibatkan oleh ulah para pelaku penegak hukum yang tidak bertindak sebagaimana layaknya penegak hukum, karena mereka justru berada di pihak para pelanggar hukum, dan bahkan menjadi pelaku pelanggaran hukum.  Dibebaskannya terpidana kasus Bantuan Liquiditas Bank Indonesia (BLBI) oleh pengadilan adalah salah satu bukti kalau sistem hukum di Indonesia telah berpihak kepada para pelanggar hukum. Dan leletnya penanganan kasus Bank Century adalah bukti lainnya.
Bukti bahwa aparat penegak hukum justru menjadi pelaku pelanggaran hukum, dapat dilihat dari rekayasa kasus komisioner KPK Bibit-Chandra dan rekayasa kasus Chairul Saleh, pemulung yang dituduh memiliki ganja seberat 1,6 gram, dan ditangkap pada 3 September 2009 di gubuknya yang berada di tepi  rel kereta Kemayoran, Jakarta Pusat. Hancurnya penanganan hukum di Indonesia ini pangkalnya sangat jelas, yakni uang. Itu sebabnya ada mafia hukum dalam instansi-instansi itu yang di dalamnya juga terdapat makelar kasus.
Dulu bangsa kita dikenal komunitas dunia sebagai bangsa yang ramah dan sopan santun. Mereka suka kepada bangsa kita. Mereka hormat. Dan jika mereka ingin melancong, lokasi-lokasi tujuan wisata di negara kita menjadi salah satu alternatif yang dilirik, karena lokasi-lokasi wisata kita memang indah dan layak dikunjungi. Saat ini jumlah wisatawan mancanegara (wisman) memang tidak anjlok, bahkan cenderung mengalami peningkatan, namun citra bangsalah yang telah hancur.  Sejak kerusuhan Mei 1998 yang disusul kerusuhan-kerusuhan lain, bangsa kita membuktikan diri sebagai bangsa yang gampang mengamuk. Apalagi karena pelaku teror bom ternyata anak bangsa yang benci kepada Amerika dan sekutu-sekutunya, namun menjadikan negaranya sendiri sebagai pelampiasan kebencian terhadap prilaku bangsa lain.
Benar  bahwa kerusuhan yang selama ini telah terjadi juga diakibatkan oleh masalah sosial dan politik, namun berapapun jumlah kerusuhan yang diakibatkan oleh ketidakmampuan instansi penegakkan hukum dalam menegakkan hukum, tetap memberikan kontribusi signifikan bagi hancurnya citra bangsa di mata dunia. Kasus terakhir yang masih hangat misalnya, yakni kasus kerusuhan akibat upaya penggusuran makam Mbah Priok oleh Pemkot Jakarta Utara, siapa yang menjamin tidak ada mafia hukum atau mafia tanah yang bermain dalam kasus itu? Bagaimana mungkin satu lahan dimiliki dua pihak, yakni keluarga ahli waris dan PT. Pelindo II Tbk?
Kondisi masyarakat yang mudah marah dan hilangnya kepercayaan terhadap instansi penegakkan hukum akan menimbulkan korelasi yang sangat mengerikan. Menurut Anda, mengapa Front Pembela Islam (FPI) merazia tempat hburan setiap menjelang atau saat Ramadhan? Dan mengapa pula Polsek Tempilang, Provinsi Bangka Belitung, dibakar masyarakatnya sendiri pada Maret 2008? Disadari atau tidak, masyarakat sebenarnya telah sejak lama mulai bertindak sendiri untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, lambat laun Indonesia akan menjadi seperti hutan belantara dimana hukum yang berlaku adalah hukum rimba, sementara instansi-instansi penegak hukum hanya menjadi simbol tanpa power. Jika hal ini terjadi, Indonesia telah memasuki masa kehancurannya.
Result Consultat Kevin Wu mengatakan, yang dibutuhkan bangsa ini untuk menyelamatkan negaranya dari kehancuran adalah pemimpin yang benar-benar memiliki kualitas dan mampu mengimplementasikan setiap kebijakan secara berkualitas.
“Kesalahan bangsa kita selama ini adalah, kalau memilih presiden bersandar pada kriteria tertentu, tapi bukan mengacu pada kriteria pemimpin yang berkualitas, melainkan karena figurnya pernah teraniaya, ganteng, dan sebagainya,” tegas managing director CoreAction Result Consulting ini.
Penanganan hukum di  Indonesia memang harus segera dikembalikan kepada khitahnya agar negara ini tidak terjerumus ke jurang kehancuran. Karenanya, ke depan, pilihlah pemimpin yang benar-benar dapat menjadi pemimpin yang berkualitas. Bukan pemimpin yang memiliki kharisma karena cakep , ganteng, dan pernah teraniaya. Yang juga perlu kita sadari adalah, saat ini, akibat penegak hukum yang memble, negara kita telah hancur dari segi citra, karena memblenya penegakkan hukum membuat negara kita tak hanya dijuluki sebagai negara dengan bangsa yang gampang mengamuk, tapi juga bangsa dengan negara yang paling korup di dunia dan negara dengan iklim investasi yang paling buruk di dunia.
Bagaimana? Kita siap membawa negara kita ke arah yang lebih baik?
Dikutip: Sumber

Nah....Sekarang jika kamu mengatakan sebagai anak bangsa mana buktinya dan mana suaramu untuk membangun bangsa ini lebih maju lagi.
Continue reading →


Tahapan Untuk Meneriakan Aspirasiku

Ingin Berteriak Lantang melihat keadaan sekarang yang tidak adil, meneriakkan suaraku dengan lantang biar tahu semua orang bahwa suaraku ingin mengetarkan dunia.
Continue reading →


FACEBOOK BOX

Followers