Kenapa saya memberikan judul pada tulisan saya ini dengan kata "Politik Kantor", mungkin kata itu cocok untuk mengungkapkan kekesalan saya dengan cara-cara yang mungkin bisa dibilang kurang sportif alias tidak sehat, kenapa saya menuliskan tulisan ini, disini saya mau mengkritik orang-orang yang berada di kantor saya atau pun jika di luar kantor lagi pernah juga merasakan hal seperti yang saya rasakan mungkin bisa menjadi tempat untuk menyatukan suara rakyat yang tertindas akibat penyalahgunaan jabatan serta demi kepentingan pribadi.
Oke saya tidak mau panjang lebar lagi untuk menceritakan sedikit kisah saya selama bekerja di kantor yang saya tempati ini sekarang, walaupun saya masih diberikan kesempatan waktu tiga bulan untuk bekerja dikantor ini sambil mencari pekerjaan yang lebih baik selama tiga bulan tersebut. Memang sangat sedih aku jika mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh bos saya saat itu, bahwa saya mungkin akan dirumahkan atau secara halusnya cari-carilah pekerjaan diluar yang lebih baik jangan disini begitulah katanya, dalam hati saya ini ada apa ya, saya bingung tidak habis pikir, akhirnya saya pun menanyakan dengan lebih jelas dan detil sebenarnya kenapa dan ada apa yang terjadi sehingga hal itu terjadi.
Menurut info yang dia dengar bahwa saya kinerjanya kurang sehingga banyak yang mengeluhkan dengan kinerja saya selama ini, saya langsung tidak bisa terima jika hal itu terdengar dikuping saya, secara saya sudah lima tahun lamanya bekerja di kantor ini, dari susah,senang dan sulitnya bekerja disini lambat laun dapat saya lewati tanpa masalah, tapi kenapa saya sekarang dijadikan masalah, apakah ada maksud dan rencana lain dibalik kejadian semua ini. Sungguh saya bingung, akhirnya saya mendapatkan info sedikit tentang kenapa saya hendak mau disingkirkan dari kantor ini secara halus, usut punya usut ternyata gaji saya dan rekan saya mau dinaikkan secara saya seorang pegawai kontrakan disebuah instansi pemerintahan, dimana ada kebusukan di dalam politik kantor ini. Sebelum-sebelumnya rupanya telah ada rencana seperti itu tapi gagal, rencana apakah itu, ternyata dari pengakuan langsung dari bos saya yang bisa dibilang licik dan tidak punya hati nurani, apalagi dia penuh dengan masalah rumah tangganya, yang herannya kenapa dia melampiaskannya ke orang-orang kantor yang bisa dibilang ke anak buahnya. Tapi tidak usah kita bahas kenapa dan mengapa dengan masalah keluarganya, mari kita fokus ke masalah yang sedang saya alami sekarang ini. Awal tahun ini merupakan awal saya berfikir keras, yang pastinya harus seperti itu, jika tidak saya tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga saya bila dalam tiga bulan ini saya belum mendapatkan pekerjaan diluar kantor ini. Saya masih memikirkan hendak baiknya kemana ya saya akan berlabuh untuk mendapatkan pekerjaan ini. Otak saya pun berputar terus tanpa henti-hentinya.
Saya masih teringat ketika itu hari rabu saya dipanggil oleh bos saya ke ruangannya pada saat itu sebenarnya sudah jam pulang tapi berhubung sepi dirinya memanggil saya, dia membicarakan masalah tersebut dengan sedikit nasehat-nasehat yang terkadang masuk akal namun sedikit menyinggung perasaan. Tapi biarlah jika yang dia katakan itu benar, dia hanya pesan 'tingkatkan lagi kinerja kamu disini'. Kembali usut punya usut tadi, dari kabar yang saya dengar bahwa bos saya tersebut membujuk saya untuk mencari pekerjaan diluar karena ada kabar dia ingin memasukkan ponakannya ke kantor ini, kenapa dia memaksakan hal tersebut, sebab saya selama bekerja di kantor ini saya dibiayai oleh anggaran negara. Nama saya sudah terdaftar di APBN, nah berhubung nantinya gaji saya dan teman-teman lainnya akan dinaikkan maka keluarlah tanduk dari otak bos saya tersebut untuk mengkorbankan salah satu pegawai dimana nama-nama yang terdaftar di APBN ada empat orang, namun keempat orang tersebut beda penempatan ruangannya atau seksi.
Saya tidak habis pikir dan heran saja, sudah lima tahun saya bekerja disini dari lima tahun tersebut saya belum pernah kena kasus atau pun ada omongan kekecewaan saya terhadap pegawai setempat, dari pergantian pegawai baru hingga kepala kantor yang baru juga. Namun kenapa sekarang saya yang menjadi kambing hitamnya. Saya tidak bisa menerima cara begini secara mendadak, saya bersedia saja keluar dari kantor ini namun jangan begini caranya dengan cara menakut-takuti saya dengan bahwa dari info dari kanwil pokoknya alasannya sangat halus, sehingga saya tidak bisa berkutik, tapi yang saya heran jika dikantor tersebut nantinya tidak ada lagi pegawai kontrakan tapi kenapa teman-teman saya tidak duduk bersama saya diruangan kepala bagian kepegawaian, disini saya mulai curiga dengan info-info bos saya yang lain ceritanya dengan bagian kepegawaian ini, bos saya mengatakan malah butuh pegawai tambahan karena ada kucuran dana dari pusat, tapi kenapa bagian kepegawaian mengatakan bahwa ada pengurangan pegawai kontrak, aneh bukan jika kita mendengar alasan tersebut. Saya seharusnya awal tahun baru ini sudah tidak bekerja lagi disini, namun saya meminta kesempatan beberapa bulan lagi untuk mencari-cari pekerjaan yang baik dari sekarang ini. Walaupun nantinya jika tiga bulan lamanya telah saya lewati saya tidak tahu lagi harus bagaimana cara untuk dapat bekerja lagi, apakah saya masih tetap dipakai untuk seterusnya atau saya harus terpaksa keluar walaupun saya belum mendapatkan pekerjaan yang layak bagi saya.
Sungguh-sungguh sangat pahit saya rasakan, jasa dan pengorbanan saya selama ini hanya diukur dengan kata-kata pengusiran secara halus akibat politik kantor yang memanfaatkan jabatan untuk menyingkirkan orang demi kepentingan pribadinya.
Tapi saya pasrah saja Tuhan Maha Tahu apa yang saya inginkan dan perbuat, untuk sekarang saya hanya bisa bekerja seperti biasanya semoga dari doa rintihan saya ini saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan mapan dari sekarang ini. Saya sudah lelah dipermainkan oleh ketidakjujuran orang-orang yang mementingkan kepentingan pribadinya saja. Jika ada sepuluh saja didunia ini orang seperti itu yang mempimpin negara ini, maka hancurlah bangsa dan negara ini kedepannya.
Artikel Terkait:

0 komentar:
Posting Komentar